Selasa, 04 Desember 2012

Malam Idul Fitri


Tegal,19 agustus 2012



Allahu akbar…. allahu akbar…. allahu akbar….
Terdengar  gema takbir dan tahmid telah berkumandang di seluruh penjuru nusantara… yaa bagaimana tidak? Hari inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam, setelah mereka menempuh perjuangan melawan hawa nafsu, lapar dan haus selama tiga puluh hari. Yaa hari ini adalah  Hari Raya Idul Fitri. Semua umat islam diseluruh penjuru nusantara menyambutnya dengan penuh suka cita.
Termasuk umat muslim, aku ibu beserta adikku juga ikut merasakan betapa gembiranya menyambut hari nan fitri ini… saat itu bagaikan saat dimana semua rasa bercampur menjadi satu, antara gembira,bahagia, dan sedih.
Pada malam lebaran itu,,aku tak lupa menunaikan ibadah untuk berzakat fitrah bersama ibu dan adikku. Seusai membagikan zakat fitrah aku dan ibu kembali kerumah. Tetapi tidak bersama adikku, kerena dia malam itu tidur di rumah nenekku.
Tak terasa waktu sudah cukup malam.  Jarum jam kamarku menunjukkan pukul 21.00 WIB. Aku mengira ini masih sekitar pukul 19.30 karena sauna jalan depan rumahku masih sangat ramai. Dengan terburu-buru aku bergegas menuju kamar mandi yang terletak tak jauh dari kamarku.
Beberapa saat kemudian….
Seusai sholat isya seperti biasanya aku berdoa. Di dalam doaku, ku sebutkan nama ibu, adikku dan almarhum ayahku. Disaat aku menyebut nama ayahku, tiba-tiba aku teringat dengan sosok ayah yang telah sekian lama meninggalkan aku ibu dan adikku. Aku seakan-akan mengingat peristiwa 4 tahun lalu.
Begitu jelas bayangan ayah difikiranku, sosoknya yang gagah, dan berbadan besar itu membuat rasa rinduku kepada ayahku semakin menjadi-jadi. Sampai-sampai aku tak sadar…air mataku perlahan-lahan menetes.
Ku tutup doaku dengan doa surat al-fatihah. Bayangan itu semakin jelas dan amat sangat jelas difikiranku.
Aku terdiam.. merenung…sembari membayangkan sosok ayahku, aku menangis tersedu-sedu..karena inilah lebaran ke 4 ditinggal oleh seorang yang aku sayangi.
Rasanya aku ingin sekali berteriak. Tetapi untuk apah? Ayahku telah diambil oleh sang pencipta. Ayah… aku rindu,,,. Aku menyadari. Allah itu sayang kepada ayahku.
Betapa sedihnya aku, saat itu yang hanya bias aku pandang adalah foto ayahku, aku meraih foto itu, dan ku peluk erat foto itu. Aku mencoba tersenyum untuk ayah di malam idul fitri ini. Semoga ayah bahagia di surge allah.
Ayaaaah… doa anakmu selalu menyertaimu…….. J J J
Al-faatihah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar